Contoh Maket Desain Interior

Posted by hery | Info Lukis | Monday 25 January 2016 12:27 am

Contoh Maket Desain Interior

Maket adalah tiruan bangunan dalam ukuran yang lebih kecil.
Membuat maket yang baik dengan harga murah bukanlah hal yang mustahil asal kita mampu memanfaatkan
barang – barang di sekitar kita dengan baik.

desain ruangan yang saya buat adalah ruang keluarga / living room

dayview

nightview

Bahan – bahan yang digunakan untuk membuat maket tersebut :
- styrofoam hitam sebagai lantai dan dinding
- styrofoam yang dibungkus kertas tissue untuk membuat sofa yang terkesan lembut
- karton putih (saya ambil dari map putih bekas)
- karton hitam biasa
- karton hitam mengkilat (saya ambil dari brosur bekas)
- 2 buah bohlam, kotak baterai dan kabel untuk instalasi cahaya
- tutup lampu saya ambil dari gelas kecil bekas obat syrup
- double tape
- lem fox

http://www.davidprasetyo.com/2012/04/contoh-maket-desain-interior-plus.html

Teknik Membuat Gradasi Dengan Crayon

Posted by hery | Info Lukis | Saturday 23 January 2016 3:02 am

Teknik Membuat Gradasi Dengan Crayon

Salah satu yang membuat hasil mewarnai lebih indah adalah penggunaan gradasi. Tidak semua warna bisa digradasikan. Paduan warnanya adalah sebagai berikut :

1. Merah, Orange Tua dan Orange Muda (kalau nggak ada bisa diganti dengan kuning tua)
2. Hijau Tua, Hijau Muda dan Kuning muda (pada crayon isi 60 bisa juga pake hijau yang termuda, warnanya hijau kekuning-kuningan)
3. Biru tua, Biru muda dan putih (pada crayon isi 60 bisa juga pake biru paling muda)
4. Coklat tua, coklat muda dancoklat gading (coklat kekuning-kuningan)
5. Coklat gading, kuning dan putih (untuk membuat gradasi warna kuning)
6. Ungu tua, ungu muda dan pink muda
7. Pink tua, pink muda dan krem (bisa juga ditambah warna ke empat dengan putih)
8. Hitam, abu-abu tua, abu-abu muda (bisa juga ditambah warna ke empat dengan putih)
9. Abu-abu tua, abu-abu muda dan putih.

Berikut ini salah satu teknik cara memadukan warna :

Buat batas untuk warna merah, orange tua dan orange muda / kuning

Warnai merah terlebih dahulu

Kemudian warnai orange

Pada batas merah dan orange baurkan warna merah dan orange dengan cara menggoreskan crayon memutar berlawanan arah jam sampai garis pembatas tidak terlihat jelas.

Warnai dengan orange muda atau kuning (kalau tidak ada)

Baurkan warna orange tua dengan orange muda / kuning

Warnai batang dengan hijau dan tomat ranum siap disantap he..he

BELAJAR TEHNIK DASAR MENGGAMBAR

Posted by hery | Info Lukis | Friday 22 January 2016 8:29 am

http://sandaljepit34.blogspot.co.id/2013/02/belajar-tehnik-dasar-menggambar.html

BELAJAR TEHNIK DASAR MENGGAMBAR : menggambar bayangan benda

Memahami pengetahuan dasar menggambar bayangan sebuah benda adalah prionsip dasar yang harus diketahui pemula. Selain kreatifitas dan keindahan tetapi bila logika dasar menggambar bayangan tidak dimiliki akan mengurangi keindahan gambar yang di buat
Adapun langkah belajar menggambar bayangan benda adalah sebagai berikut :
• Semua obyek yang terkena sinar matahari, cahaya lampu, lilin, dan sebagainya akan menghasilkan bayangan pada obyek tersebut.
• Jatuhnya bayangan sebuah obyek tergantung darimana arah datangnya sinar tersebut.
• Jika arah datangnya cahaya berasal dari depan maka bayangan sebuah obyek ada di belakang.
• Begitu pun sebaliknya jika arah datangnya cahaya berasal dari belakang maka bayangan sebuah obyek ada di depan.
• Kalau arah datangnya cahaya ada diatas sebuah obyek maka sedikit terjadi bayangan di sekitar obyek tersebut.
• Bayangan yang dihasilkan oleh sinar matahari, dan cahaya lampu akan berbeda bayangannya.
• Perhatikan juga perbedaan waktu antara siang hari dan malam hari. Cahaya di luar dan di dalam ruangan menghasilkan bayangan yang berbeda pada suatu obyek.
• Terdapat perbedaan bila menggambar di luar dan di dalam ruangan pada siang dan malam hari. Jika menggambar di dalam ruangan pada siang hari, maka sebaiknya lebih memilih untuk membiarkan cahaya sinar matahari masuk, karena cahaya sinar matahari sangat baik dalam menghasilkan bayangan.
• Sebagai latihan dapat mulai terlebih dahulu untuk melihat dan menganalisa beberapa bayangan yang dihasilkan pada suatu obyek.
• Perhatikan arah datangnya cahaya dan bayangan yang dihasilkan. Apakah bayangan tersebut sangat gelap atau justru sebaliknya tidak terlalu gelap.
• Tidak semua bayangan yang dihasilkan oleh sebuah obyek sangat gelap, kadang bayangan hanya terlihat samar.
Sebagai pemula mulailah latihan membuat bayangan obyek pada pagi hari dan di dalam sebuah ruangan yang banyak masuk cahaya sinar matahari.
• Pilihlah berbagai macam obyek sederhana seperti buah-buahan, gelas, botol, vas, dan sebagainya. Pindahkanlah ke berbagai arah cahaya sinar matahari yang berbeda. Sehingga Anda dapat melihat berbagai bayangan yang dihasilkan.
• Teknik arsir gradasi digunakan untuk mengarsir bayangan pada obyek. Pilihlah pensil yang sesuai dengan bayangan yang dihasilkan oleh obyek.
• Memberikan arsir bayangan akan membuat obyek terkesan lebih hidup dan muncul volume obyek tersebut.

Arah datangnya cahaya matahari mempengaruhi bayangan obyek yang dihasilkan.

Bentuk bayangan sebuah obyek tergantung dari bentuk struktur obyek tersebut. Seperti kubus di sebelah ini mempunyai bayangan berbentuk dasar kotak. Berbeda dengan bayangan ember di bawah ini mempunyai bayangan berbentuk elips.
Memanfaatkan teknik arsir gradasi membantu mengarsir daerah terang dan gelap pada suatu obyek, seperti obyek ember di sebelah ini.

komposisi bawang dengan mengambil arah datangnya sinar matahari di belakang. Sehingga bayangan ada
di depan obyek. Saya mengarsir bayangan dengan pensil 2B.
dari berbagai sumber
Painting the Landscape in Oils
Berikut ini uraian contoh teknik melukis dengan cat minyak, mulai dari menggambar sketsa sampai coloring…..

Cadmium Red Alizarin
Cadmium Yellow Yellow Ochre
Cobalt Blue Ultramarine
Viridian Cerulean
Raw Umber Burnt Umber
Raw Sienna Titanium White

BELAJAR DASAR MENGGAMBAR : Menguasai tehnik Arsir dan Gradasi
Menguasai teknik arsir dan gradasi adalah salah satu teknik dasar menggambar dengan pensil. Arsir gradasi akan membantu ketajaman mata agar mengenal tingkat intensitas cahaya sehingga dapat melihat daerah terang dan gelap suatu obyek. Latihan arsir gradasi juga sangat membantu ketika Anda membuat bayangan dari suatu obyek.
Beberapa langkah yangharus dilakukan saat belajar Arsir :
• Berlatih teknik arsir gradasi dapat mulai dengan membuat satu baris kotak.
• Jumlahnya bebas terserah seperti gambar di bawah ini. Kemudian arsirlah setiap kotaknya dengan satu jenis ukuran pensil.
• Contoh kotak pertama diarsir dengan pensil 2H, kemudian kotak kedua diarsir dengan pensil H, dan seterusnya.
• Ketika mengarsir semua dilakukan dengan tekanan yang sama.
• Lihat perbedaan intensitas gelap terang yang dihasilkan setiap pensil.
• Kemudian arsir gradasi dapat dihasilkan dengan cara lain yaitu buatlah beberapa baris kotak seperti gambar di bawah ini.
• Lalu menggunakan beberapa jenis pensil, misalnya pensil B, 4B, dan 9B.
• Arsirlah baris kotak bagian atas dengan pensil B, kemudian arsirlah setiap kotaknya dengan tingkat tekanan pensil yang berbeda.
• Lihat intensitas gelap terang yang dihasilkan dengan pensil B. Kemudian arsirlah baris kotak bagian tengah dengan pensil 4B, dan berikan tekanan yang berbeda pada setiap kotaknya.
• Begitu pun dengan baris kotak bagian bawah diarsir dengan pensil 9B dengan tekanan yang berbeda. Arsir gelap dengan tekanan paling kuat yang dihasilkan pensil B bisa hampir menyamai kualitas arsir pensil 4B, begitu pun dengan pensil 4B dengan tekanan yang kuat bisa menyamai intensitas arsir gelap 9B.
• Dengan sedikit memberi tekanan, intensitas arsir yang dihasilkan pensil 4B bisa menyamai dengan intensitas arsir pensil B. Lakukan dengan berbagai macam jenis pensil lainnya sehingga tingkat kepekaan Anda pada intensitas cahaya dan gelap terang pada suatu obyek meningkat.
• Latihan selanjutnya mencoba membuat komposisi bentuk dasar, kemudian pada setiap bentuk dasar memberikan arsir dengan tingkat intensitas yang berbeda. Buatlah kotak dengan berbagai ukuran dan bentuk yang sudah mengalami distorsi. Kemudian komposisikan kotak-kotak tersebut.
• Disamping iyu juga dapat membuat komposisi bentuk dengan menggunakan bentuk dasar lainnya seperti lingkaran, segitiga, dan sebagainya. Selain itu dapat mengkomposisikan bentuk-bentuk dasar tersebut dengan cara yang berbeda.
• Cobalah membuat berbagai macam sketsa lainnya, carilah berbagai ide komposisi bentuk lainnya, dan pilihlah sketsa yang disukai.
Setelah membuat sketsa komposisi bentuk kotak, persiapkanlah berbagai jenis ukuran pensil, saya lebih suka menggunakan pensil ukuran keras seperti H terlebih dahulu untuk memberikan arsir terang pada kotak yang diinginkan, kemudian pada beberapa bagian masih dengan pensil yang sama saya memberikan tekanan yang lebih kuat sehingga memberikan arsir gelap.
Setelah yakin pada kotak mana yang ingin saya arsir untuk daerah terang dan gelap maka gunakan pensil ukuran lunak seperti 2B.
• Selanjutnya dapat melihat pada gambar dibawah dengan memberikan arsir gelap dan terang maka pada komposisi kotak terlihat ada suatu volume atau kedalaman. Pada saat menggambar suatu obyek Anda akan mengerti bahwa hanya dengan memberikan arsir gradasi gelap terang, maka obyek tersebut terlihat mempunyai volume dan intensitas cahaya yang berbeda.

Setelah membuat satu baris kotak arsirlah setiap kotaknya dengan berbagai jenis ukuran pensil misalnya 2H, H, B, 2B, dengan tekanan yang sama dapat melihat perbedaan intensitas gelap terang yang dihasilkan setiap pensil.
Buatlah beberapa baris kotak, kemudian setiap barisnya diarsir dengan pensil yang sama misalnya pensil B, tetapi arsirlah dengan
tekanan yang berbeda pada setiap kotaknya. Sehingga akan menemukan pensil B bisa hampir menyamai kualitas arsir pensil 4B.

Latihan membuat komposisi bentuk dasar membantu melihat perbedaan intensitas gelap terang dari pensil. Carilah berbagai ide
komposisi bentuk dasar lainnya. Arsir gradasi juga dapat membedakan volume suatu obyek.
Contoh Menggambar Arsir Lampu
Kadang dapat menemukan satu jenis benda yang terbuat dari berbagai macam bahan material. Misalnya gelas ada yang terbuat dari bahan plastik, kayu, keramik. Atau kursi yang terbuat dari besi, alumunium, kayu, plastik, dan rotan.
• Pada latihan menggambar arsir tekstur lampu, akan mencoba menggambar sebuah obyek dengan menggunakan berbagai macam arsir, sehingga dapat membayangkan kira-kira terbuat dari bahan material apa saja obyek tersebut.
• Sebelum memulainya pilihlah salah satu objek yang menarik di sekitar Anda, kemudian gambarlah obyek tersebut dan arsirlah. Setelah itu gambar kembali obyek yang sama, kemudian gunakanlah berbagai macam arsir lainnya.
• Seperti pada gambar lampu yand digunakan satu obyek lampu dan menggunakan berbagai macam arsir. Sehingga setiap gambar lampu menampilkan karakter bahan material yang berbeda.
• Gambarlah berbagai macam obyek lainnya dengan menggunakan berbagai macam arsir dan tentukanlah bahan material benda tersebut.

Menggambar lampu dengan menggunakan arsir garis-garis pendek sehingga seperti menampilkan karakter
lampu yang terbuat dari bahan rotan.

Satu obyek lampu dengan berbagai macam arsir sehingga menampilkan karakter bahan lampu yang berbeda. Apakah kira-kira pada 4 gambar lampu di sebelah terbuat dari bahan material apa saja? Misalnya gambar lampu dengan arsir garis melingkar kecil-kecil lebih sesuai menampilkan karakter bahan apa? Apakah sesuai dengan kayu, besi, kain, karet,
dan lain sebagainya? Bermain-mainlah dengan imajinasi.
dari berbagai sumber
Eksplorasi Arsir Tekstur
• Setiap benda yang ada di sekitar kita pasti mempunyai tekstur yang beraneka ragam.
• Tekstur yang ditemukan tergantung dari material bahan yang membentuk tekstur tersebut.
• Hanya dengan melihat, sudah dapat merasakan tekstur suatu benda, tetapi dengan merabanya maka ketajaman indra lebih meningkat.
• Lebih dapat dirasakan tekstur dari benda tersebut. Tekstur permukaan kayu tentu saja berbeda dengan tekstur permukaan kain atau tekstur benda yang terbuat dari plastik.
• Ketika menggambar suatu obyek, tidak cukup hanya dengan melihat obyek tersebut tetapi akan lebih baik jika memegangnya dan merasakannya. Dengan begitu mempunyai perasaan dan pemahaman atas keberadaan obyek yang Anda gambar.
• Sebelumnya carilah benda-benda sekitar yang menarik teksturnya seperti kayu, kaca, kain, dan sebagainya.
• Kemudian rabalah permukaan semua benda tersebut dan rasakanlah perbedaannya.
• Setelah itu buatlah beberapa baris kotak yang ukuran dan jumlahnya bebas terserah.
• Kemudian cobalah terlebih dahulu mengisi satu baris kotak dengan bermacam-macam arsir tanpa melihat sebuah obyek. Anda akan mengerti bahwa tanpa melihat obyek pun Anda dapat membuat berbagai macam tekstur dari arsir yang berbeda.
• Setelah itu lihat dan rabalah tekstur berbagai macam benda. Pindahkanlah tekstur yang terlihat dalam bentuk arsir ke baris kotak lainnya.
• Supaya latihan membuat arsir tekstur ini lebih menarik. Buatlah komposisi dari bentuk-bentuk dasar seperti gambar dibawah. Gambarlah banyak sketsa komposisi bentuk dasar
• Gambar beberapa sketsa komposisi bentuk dasar. Setelah itu pilih sketsa dasar yang paling baik.
• Lalu arsir dan gabungkan dengan berbagai macam arsir tekstur pada sketsa komposisi bentuk dasar.
Walaupun menggunakan berbagai macam arsir tekstur, gambar diatas memperlihatkan kesatuan komposisi.
• Latihan ini akan mengasah kepekaan untuk memahami suatu obyek yang memiliki ciri khas tekstur menarik, seperti tekstur kayu, bulu binatang, logam, kaca, dan lain-lain. Sehingga bisa menampilkan karakter dan tekstur obyek yang digambar pada kertas.

BELAJAR MENGGAMBAR : Cara menggambar pemandangan alam
Langkah yang harus dipersiapkan saat menggambar pemandangan
PERSIAPAN
• Setiap ada kesempatan untuk berlibur ke luar kota, jangan lupa persiapkan buku sketsa dan peralatan gambar.
• Banyak obyek pemandangan alam yang indah dan menarik, sayang jika kesempatan ini sampai terlewatkan.
• Tempat-tempat yang di kunjungi ke dalam bisa di simpan dalam sketsa gambar
• Kamu bisa memulai dengan mencari obyek pemandangan yang terbuka.
LANGKAH DALAM MENGAMBAR
• Buatlah beberapa sketsa kasar untuk mengatur komposisi gambar.
• Gambarlah secara keseluruhan, hindarkan untuk ingin menggambar secara detail.
• Pertimbangkan obyek-obyek gambar yang mau kamu masukkan dan keluarkan ke dalam sketsa.
• Bila berkonsentrasi dan menikmati pemandangan di sekiatr, akan ditemukan berbagai jenis pohon, bukit, gunung, sungai, perumahan, sawah, dan lain-lain.
• Semuanya bisa menjadi obyek gambar yang menarik
• Langit dan awan merupakan satu bagian dari pemandangan, karena itu tetap perhatikan cuaca, pergerakan dan bentuk awan.
• Setlah keindahan alam dapat dinikmati dalam alam bawah sadar, maka jangan ragu untuk segera mencorret coret sktesanya dalam gambar di kertas
• Jangan berhenti bekerja sebelum semua yang dinikmati dalam alam di sekiatr kita dapat tertuang sepenuhnya dalam coretan sketsa di kertas.
• Selanjutnya siapkan alat pendukung gambar lainnya seperti cat warna, spidol, cryon dan sebagaimnya.

Buatlah sketsa yang banyak dan lakukan dengan
cepat agar kamu bisa menggambar secara keseluruhan.
Pada latihan gambar pemandangan ini saya
menggunakan pensil 2B untuk membuat sketsa kasar.
Saya menggambar rimbunan pohon secara keseluruhan,
dan bentangan sawah yang menciptakan adanya ruang.
Saya memakai pensil 2B untuk mengarsir daerah
persawahan dan memberi tekanan pensil yang
berbeda untuk menciptakan tekstur sawah.
Ketika mengarsir bukit dan pohon-pohon rimbun, saya
memakai pensil 4B sehingga menghasilkan arsir gelap.
Saya tidak memperhatikan detail pohon, yang penting
bagaimana pohon itu menutupi daerah perbukitan,
dan ada daerah bukit yang tidak tertutup oleh pohon,
saya mengarsir dengan pensil B. Lihat bagaimana
saya menggunakan berbagai macam arsir, untuk sawah
saya memakai arsir vertikal, sedangkan daerah
perbukitan dengan arsir diagonal. Di belakang
perbukitan, awan tenang menyatu dengan pemandangan
sekitarnya, saya memakai pensil 2H.

BELAJAR MENGGAMBAR : Cara menggambar wajah
Menggambar foto wajah selain sebagai hobi dapat juga berguna untuk pengembangan kemampuan visual dalam menggambar sebuah objek yang realis, seperti objek manusia atau objek tiga dimensi lainnya dalam bidang dua dimensi.
Terdapat dua macam menggambar foto wajah; yang pertama yaitu memindahkan wajah dalam foto ke bidang gambar semirip mungkin dan yang kedua memindahkan wajah dalam foto ke bidang gambar hanya dengan mengambil esensi dari wajah yang akan digambar. Pada kasus yang pertama dibutuhkan kemampuan visual yang cermat serta pengetahuan dasar mengenai anatomi wajah manusia. Sedangkan pada kasus yang kedua selain memiliki kamampuan visual dan pengetahuan anatomi wajah, juga dibutuhkan kemampuan membaca karakter dari objek.
Beberapa tips dalam menggambar foto wajah:
1. untuk mempermudah proses penggambaran, sangat dianjurkan untuk membiasakan mata kita melihat objek yang akan digambar, dalam hal ini foto wajah yang akan digambar
2. Peletakan objek yang akan digambar juga sebaiknya berdekatan atau seolah-olah berdekatan dengan bidang gambar
3. Arah mata kita harus selalu berpindah-pindah dari bidang objek ke bidanggambar.
KONSEP DASAR MENGGAMBAR WAJAH

Berikut adalah proses cepat bertahap penggambaran foto wajah hitam-putih menggunakan pensil;
• Setelah terbiasa melihat objek yang akan digambar, mulailah menarik garis sketsa menggunakan pensil F, H atau HB untuk membuat bidang mata kemudian diteruskan ke bidang hidung dan mulut. Setelah itu buat bidang kepala, telinga dan rambut. Setelah selesai maka sketsa gambar kepala ini menjadi acuan untuk menggambar bagian tubuh lainnya. Tidak perlu menggambar keseluruhan objek seperti terlihat dalam foto, dengan cara ini bisa menambah keindahan pada gambar.
• Pertegas garis-garis sketsa yang sudah ada menggunakan pensil 2B, sehingga objek yang tergambar mulai terlihat bentuknya. Seperti biasa mulailah dari mata, karena bentuk mata adalah kunci keberhasilan dari seluruh proses. Pada tahap ini, memori kita terhadap wajah asli sang objek (bukan dalam foto) sangat dibutuhkan. Diantaranya memori mengenai lekukan-lekukan wajahnya dan beberapa ekspresi wajahnya. Hapus garis-garis sketsa yang tidak diperlukan apabila mengganggu.
• Setelah selesai mempertegas garis sketsa, maka mulailah memberi arsiran sesuai pencahayaan dalam foto, dimulai dari mata. Cukup dengan arsiran kasar mengunakan pensil 2B, jangan terlalu runcing atau terlalu tumpul. Berikan karakter garis pada bidang-bidang tertentu; seperti pipi, hidung, telinga dan lekukan kain pada baju. Pada tahap ini gambar akan terlihat seperti komik.
• Sentuhan akhir menggunakan pensil mulai dari HB hingga 6B (menggunakan HB dan 2B sudah cukup). Pertegas lagi garis-garis tepi serta garis-garis karakter menggunakan pensil 2B runcing. Rapatkan arsiran menggunakan pensil HB tumpul, kemudian timpa dengan pensil 2B tumpul. Untuk menambah hasil yang lebih realis, gosok hasil arsiran dengan lembut menggunakan ujung jari, kapas atau penghapus. Setelah semuanya selesai, untuk menambah nilai seni dan keindahan dari gambar tersebut, bubuhkan tandatangan Anda.

• Pada teknik menggambar foto wajah berwarna selain dibutuhkan kemampuan seperti pada menggambar hitam putih juga dibutuhkan kemampuan dalam pencampuran warna, ini dikarenakan warna kulit manusia bukan merupakan warna primer. Pencampuran warna juga tidak hanya dari satu media saja melainkan bisa dari beberapa media atau biasa disebut mix-media.
• Mix-media dapat dilakukan dengan mencampur dua media pewarna seperti pensil warna dengan soft pastel, pensil warna dengan studio marker, cat air dengan pensil warna atau yang paling sederhana pensil warna dengan pensil grafit dan sebagainya. Dari pengalaman penulis mix-media bisa diterapkan sampai empat media pewarna; pensil grafit, soft pastel, pensil warna dan studio marker. Tahapannya adalah sebagai berikut;
• Setelah sketsa menggunakan pensil grafit, gunakan soft pastel sebagai pewarna dasar kemudian gunakan pensil warna sebagai penegas warna dasar. Pertegas garis sketsa menggunakan pensil grafit runcing atau pensil warna runcing berdasarkan warna alami pada objek kemudian gunakan pensil warna tumpul untuk memberikan efek kedalaman dan gelap-terang. Agar arsiran menjadi halus lakukan gosokan perlahan menggunakan kapas atau cotton bat. Terakhir gunakan studio marker untuk highlights dan warna kontrasnya, sambil di gosok dengan jari atau cotton bat selagi marker masih basah.

Cara Membuat Poster yang Baik

Posted by hery | Info Lukis | Friday 22 January 2016 7:46 am

Cara Membuat Poster yang Baik

Menurut wikipedia, Poster atau plakat adalah karya seni atau desain grafis yang memuat komposisi gambar dan huruf di atas kertas berukuran besar. Pengaplikasiannya dengan ditempel di dinding atau permukaan datar lainnya dengan sifat mencari perhatian mata sekuat mungkin. gampangnya, poster adalah sebuah karya yang memuat pesan tertentu, dengan komposisi gambar dan tulisan, yang dimuat di KERTAS. ukurannya bervariasi, tapi biasanya baru bisa disebut poster dari ukuran a3 ke bawah. sifat poster adalah mencari perhatian mata sekuat mungkin.
bagaimana cara membuat poster yang baik? berdasarkan pengalaman dan kesalahan saya selama berkali-kali membuat poster, setidaknya ada 5 prinsip poster yang baik:
1. Konten Singkat, Padat, Jelas ya, konten dalam poster harus cukup singkat dan padat, sehingga bisa dicerna oleh orang lain tanpa perlu diperhatikan lama-lama. kalau bisa, orang mampu memahami postermu dalam sekali lihat, atau setidaknya poin-poin penting dalam postermu bisa dicerna segera setelah orang melirik postermu. Postermu harus cukup jelas sehingga orang-orang tidak perlu mempertanyakan maksud dari poster pada pembuatnya.
2. Nyaman Dilihat Nyaman dilihat itu bagaimana? simpel, warnanya menarik perhatian, terkesan bersih. minim efek dan gradasi warna yang mencolok. besar font harus pas, tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil.
3. Menarik Minat Postermu harus bisa menarik orang untuk melihat. tips: tidak usah masukkan banyak gambar pada postermu, cukup satu atau dua, namun gambar itu cukup unik sehingga membuat orang tertarik untuk mengamati postermu lebih jauh.
Usahakan untuk membuat sendiri gambarnya, atau setidaknya ditrace manual ke vektor. saya kerapkali melihat poster yang mencantumkan gambar jpeg beresolusi kecil dari google yang dibesarkan secara brutal, menyebabkan gambar tersebut terlihat pecah. seenggaknya kalo gak bisa gambar, ya download yang resolusinya besar lah. biar keliatan menarik.
oh ya, usahakan background postermu “bersih” dan bukan gambar bitmap. gunakan saja satu warna atau gunakan pola/tekstur tertentu. perhatikan juga font yang akan kamu gunakan. font harus bersih, menarik, dan MUDAH DIBACA.
4. Alur yang Jelas Alur poster harus jelas. bagian atas buat apa, tengah buat apa, bawah buat apa. saya pribadi sih kalo membuat poster terbiasa memasang gambar di tengah, teorinya sih tengah adalah pusat. gambar adalah penarik perhatian. agar poster dilihat orang, letakkan penarik perhatian di pusat. judul di atasnya, bagian bawah untuk deskripsi dan lain sebagainya. ketika orang melihat poster, alurnya adalah sebagai berikut.
1. melihat gambar pada poster (tengah)
2. setelah mengamati gambar, orang mencari stimulus lain untuk lebih memahami maksud gambar. dalam hal ini, judul, yang ditulis agak besar, akan menarik perhatian berikutnya. (atas)
3. judul akan membuat orang tertarik untuk mengetahui isi lebih jauh. sembari mencerna judul, orang akan melihat gambar sekali lagi, sebelum matanya turun ke bawah, bagian informasi. (tengah)
4. informasi yang singkat, padat, dan jelas, akan membuat orang merasa “aman” untuk membacanya. (bawah)
5. Persuasif Postermu harus membentuk opini, pandangan, atau kesan, segera setelah orang menangkap maksudnya.

https://robitheawesome.wordpress.com/2013/11/28/cara-membuat-poster-yang-baik/

http://pangeranputerilh.tunashijau.org/2013/04/16/karya-terbaik-lomba-poster-peduli-air-jambore-air/

Tutorial dan Tips Membuat Komik Sederhana bagi Pemula

Posted by hery | Info Lukis | Friday 22 January 2016 6:26 am

Tutorial dan Tips Membuat Komik Sederhana bagi Pemula

Sebelum membuat Komik, ada beberapa hal penting yang harus dipahami secara matang oleh Komikers. Berikut ini merupakan tahapan atau langkah sistematis yang harus dipahami sebelum membuat komik, antara lain :
1. Mempersiapan alat dan bahan
Siapkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat komik sesuai dengan teknik apa yang akan kita gunakan, yaitu cara tradisional, hybrid dan digital

2. Membuat Skenario
Seperti film, komik memerlukan skenario. Berupa teks ,skenario merupakan hal yg menjabarkan ide dasar, alur cerita, konflik, penggarapan setiap karakter, latar belakang, tokoh, hingga menggambarkan lokasi kejadian. Semakin detail dan lengkap skenario komik, semakin mudah ilustator menuangkannya dalam bentuk visual.

3. Menyusun Storyboard
Storyboard adalah alat bantu untuk menyalurkan ide cerita kedalam bentuk visual. bentuknya berupa panel – panel bergambar berisi visualisasi adegan dari skenario. Untuk pembuatan storyboad awal, kamu tidak perlu menggambar sangat bagus. Yang penting jelas lewat gambar dan tidak menyimpang.

4. Membuat Sketsa
Wujudnya tidak jauh berbeda dengan storyboard. Sketsa menerjemahkan storyboard menjadi gambar yg lebih bagus dan detil. Ada 2 cara untuk membuat sketsa : secara manual dengan menggambar langsung sketsa diatas kertas, atau menggunakan tablet grafik agar sketsa langsung tersimpan ke PC.

5. Meninta Gambar
Sketsa perlu di pertegas dengan proses penintaan yang pada dasarnya berbeda dengan proses mewarnai. Ada 2 macam proses inking (penintaan). Jika dilakukan secara manual, proses inking diperlukan untuk mempertebal kertas sketsa (sebelum dipindai dengan scanner, jika menggunakan cara hybrid). Fungsinya agar detail sketsa terlihat lebih jelas saat dipindai dan disimpan kedalam PC. Alternatif lainnya, kmu juga bisa melakukan proses inking secara digital dengan memanfaatkan tablet grafik.

6. Mewarnai komik
Mewarnai komik merupakan tahap yg cukup penting dalam pembuatan komik kamu dapat mewarnainya secara manual maupun digital. Manual berarti mewarnai secara langsung menggunakan pensil warna, crayon, tinta atau cat lukis dan alat pewarna lain, sedangkan cara digital dengan memanfaatkan beberapa software seperti Adobe photoshop, Adobe Illustrator, CorelDRAW,atau Corel Painter.

7. Menentukan Output
Komik karya kamu bisa di cetak, ditampilkan secara online, atau disimpan kedalam format PDF. jika kamu inign memamerkan komik secara online, ubah format komik menjadi JPG, PNG, GIF atau TIFF dengan resolusi 72 dpi (dot per inch). Untuk kebutuhan cetak, ubah resolusinya menjadi 300 dpi. Beberapa software sudah menyediakan fasilitas untuk konversi.Materi pada subbab-subbab sebelumnya berkaitan dengan konsep pembuatan komik, untuk selanjutnya pada subbab kali ini akan dibahas mengenai contoh cara membuat komik (lebih tepatnya hanya berupa karakter komik).

Pembuatan karakter komik dibawah ini merupakan contoh proses membuat komik yang menggunakan cara Hybrid (Gabungan cara tradisional dan Digital). Peralatan yang digunakan antara lain pensil, kertas, penghapus,drawingpen (optional), scanner, seperangkat komputer beserta softwareAdobe Photoshop. Berikut langkah-langkahnya:

1. Buatlah gambar secara manual (lihat contoh di gambar di atas). Gambar tersebut digambar dengan menggunakan pensil dan kemudian dengan menggunakan drawing pen 0.2 dan 0.3 agar gambar lebih jelas dan rapi (agar proses pengeditan berjalan mudah, pastikan terlebih dahulu gambar yang hendak di scan ke komputer, garis-garis gambarnya tidak terputus-putus).
2. Setelah gambar selesai, scan gambar tersebut, kemudian simpan dalam bentuk JPG atau PNG atau GIF, kemudian masuk ke program Photoshop dan import gambar ke photoshop dan mulailah diedit.
3. Warnai gambar tersebut dengan tool yang ada di Photoshop. Untuk menyeleksi gambar dan mewarnainya dengan cepat, gunakan tool yang bernama Magic Wand Tool, kemudian warnai dengan warna yang sesuai dengan keinginan kita. Kita juga bisa menyesuaikanbackground dari gambar kita.
4. Jika ingin menambahkan shading pada bagian-bagian tertentu, kita bisa menggunakan Burn Tool untuk membuat warna pada bagian tertentu menjadi lebih gelap dan Dodge Tool untuk membuat warna pada bagian tertentu menjadi lebih terang. Berikut adalah hasil gambar yang telah di edit :

5. Untuk membuat efek kayu pada pohon seperti gambar di atas, pertamaselect gambar pohon dengan menggunakan Magic Wand Tool, kemudian gunakan Gradient Tool dengan menggunakan warna coklat dan hitam. Masih dalam keadaan area pohon yang terseleksi, masuk ke Menu FILTER – RENDER – FIBERS, kemudian sesuaikan Variance dan Strength sesuai dengan keinginan kita.
Selain contoh diatas, berikut ini ada beberapa contoh video yang berisi tutorial membuat karakter komik baik secara manual maupun digital.

Sumber artikel : https://fetixuyan16.wordpress.com/2013/03/21/cara-mudah-membuat-gambar-kartun-sederhana-secara-manual-dan-digital/ & http://leonugrohoutomo.blogspot.com/

http://www.kotakbox.net/kebersihan-dalam-islam-3/

Pengembangan Instrumen Penilaian Seni Lukis Anak di Sekolah Dasar.

Posted by hery | Info Lukis | Saturday 27 February 2010 3:43 am

Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan spesifikasi penilaian karya seni lukis anak di sekolah dasar dengan mengembangkan instrumen penilaian yang sahih dan andal untuk mengukur hasil belajar seni lukis anak. Pengembangan instrumen penilaian hasil belajar seni lukis anak sekolah dasar ini dimaksudkan agar para guru seni lukis pada jenjang pendidikan dasar dapat melakukan penilaian secara objektif.

Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Proses pengembangan dilakukan melalui lima tahap yaitu tahap studi awal, tahap pendefinisian, tahap perancangan, tahap pengembangan, dan tahap diseminasi. Penetapan konstruk instrumen yang terdiri atas instrumen penilaian proses, penilaian produk, penilaian diri, dan penilaian kelompok dilakukan melalui pendapat pakar pendidikan seni, pakar seni lukis anak, pakar pengukuran, dan praktisi lapangan. Penentuan koefisien reliabilitas instrumen penilaian dilakukan dengan menggunakan paket program genova berdasarkan teori Generalizability yang dikembangkan oleh Cric dan Brennan yang terdiri atas teori G (Generalized study) dan D (Decision study) yang komponen variansinya adalah person, rater, item, interaksi person dan rater, dan kesalahan, serta dengan koefisien interrater Cohen’s Kappa.

Kesimpulan hasil penelitian ini adalah: 1). Spesifikasi instrumen penilaian hasil belajar karya seni lukis anak di SD berbentuk lembar pengamatan yang terdiri atas indikator, deskripsi, dan rubrik (kriteria), serta komponen yang menjadi objek penilaian meliputi proses, produk, penilaian diri, dan penilaian kelompok, 2). Karakteristik instrumen penilaian hasil belajar karya seni lukis anak yang mencakup validitas, reliabilitas, dan keterpakaian di SD telah teruji. Validitas telah teruji melalui focus group discussion sebanyak 3 kali dan sekali seminar. Rata-rata koefisien Cohen’s Kappa cenderung lebih tinggi dibanding rata-rata koefisien genova dan koefisien genova dengan persamaan nonlinear cenderung lebih teliti dibanding dengan persamaan linear. Besar koefisien genova paling tinggi untuk penilaian proses di kelas 1 dengan 7 item yang dirating yaitu 0,91, penilaian produk di kelas 1 dengan 3 item yang dirating yaitu 0,76, penilaian diri di kelas 1 yaitu 0,68, sedang penilaian kelompok di kelas 1 yaitu 0,86. Rata-rata koefisien Genova secara keseluruhan adalah 0,71. Adapun rata-rata koefisien Cohen’s Kappa yaitu 0,73. Kedua nilai rata-rata ini telah memenuhi kriteria minimum yang disyaratkan yaitu 0,70, 3). Pedoman penggunaan instrumen penilaian hasil belajar karya seni lukis anak dalam bentuk booklet. Booklet terdiri atas latar belakang, rasional, komponen yang dinilai, petunjuk penggunaan, dan contoh aplikasi, 4). Persyaratan yang harus dipenuhi pendidik SD agar kompeten menggunakan instrumen penilaian hasil belajar karya seni lukis anak di SD meliputi latar belakang pendidikan yang relevan, memiliki pengalaman dalam bidang seni lukis, memahami pedoman penilaian hasil belajar karya seni lukis anak, dan responsip terhadap pembaharuan dan perubahan

Belajar Melukis Kreativitas Anak

Posted by admin | Info Lukis | Saturday 27 February 2010 3:07 am

Menggambar dan mewarnai adalah kegiatan yang menyenangkan bagi anak-anak. Lewat menggambar, mereka bisa menuangkan beragam imajinasi yang ada di kepala mereka. Gambar-gambar yang mereka hasilkan menunjukkan tingkat kreativitas masing-masing anak.

Orang tua yang peduli dengan perkembangan kreativitas putra-putrinya biasanya akan mengikutkan mereka les lukis, kursus melukis sejak dini. Semakin muda usia anak, semakin mudah diarahkan.

Menurut pelukis senior sekaligus pengajar lukis Asri Nugroho, usia yang paling baik bagi anak untuk belajar melukis adalah empat tahun. Pada masa tersebut, anak-anak paling suka bermain-main. Karena itu, gambar-gambar kartun yang mereka hasilkan bisa beragam, bergantung kesukaan masing-masing anak. “Ketika anak usia empat tahun belajar melukis atau kursus melukis , mereka harus dibiarkan dan terus dipuji. Tindakan tersebut bisa memancing kreativitas dia,” ujarnya.

Memasuki usia sekolah dasar, gambar yang dihasilkan mulai berbentuk. Pada usia 11 sampai 12 tahun, fantasi anak yang dituangkan dalam gambar lebih terlihat. “Bisa dibilang, pada usia ini, gambar kartun mereka itu sedang bagus-bagusnya,” kata pelukis yang tinggal di Perumahan Gunung Sari Indah tersebut.

Untuk itu, ketika menginjak bangku SMP, sebisanya anak tidak menghentikan aktivitas les lukis. “Karena di usia ini, gambar mereka sudah mulai terarah. Kalau diseriusi, dia bisa menjadi pelukis hebat,” lanjut Asri.

Soal jadwal di sanggar lukis, Asri menyarankan paling baik seminggu sekali bagi para pemula. Jika mulai mahir, porsi les menggambar di sanggar lukis bisa ditingkatkan menjadi dua kali seminggu. “Bisa saja sampai tiga kali seminggu kalau dia memang benar-benar ingin menjadi pelukis profesional,” jelas ayah dua anak itu.

Selain jadwal melukis, yang perlu diperhatikan adalah peralatan melukis. Menurut Asri, saat ini ada banyak alternatif peralatan melukis. Namun, yang paling tepat bagi anak-anak usia TK hingga SD adalah krayon atau pensil warna. ”Karena mereka belum tahu materi dan sifat dari peralatan menggambar tersebut,” terang pelukis yang selalu mengucir rambutnya itu. Penggunaan cat air lebih disarankan bagi mereka yang sudah menginjak bangku SMP.

Menggambar, lanjut Asri, memiliki banyak manfaat. Salah satu manfaat yang paling terlihat adalah membantu mengembangkan fungsi otak kanan. ”Kalau sejak dini sudah belajar menggambar, perkembangan otak kanannya juga cepat sehingga kreativitasnya bisa berkembang dengan baik,” imbuh Asri.

Salah satu orang tua metropolis yang peduli dengan perkembangan kreativitas anaknya adalah Eny Yuniastuti. Putri Eny yang kini berusia delapan tahun bisa menggambar dengan apik hanya dalam waktu singkat.

http://www.jawapos.co.id

Melukis Dapat Meningkatkan Kecerdasan Anak

Posted by admin | Info Lukis | Saturday 27 February 2010 2:57 am

Buk…  buku gambar Syavira di mana?,” teriak Syavira kepada ibunya. “Buku gambarnya habis, Syavira beli dulu ya di toko sebelah,” jawab Ibu Syavira. Nah, saking seringnya menggambar, Syavira sering menghabiskan buku gambarnya untuk menggambar atau melukis. Syavira ini merupakan salah satu dari teman adik-adik yang gemar menggambar.

Dengan melukis ternyata dapat meningkatkan kecerdasan pada seorang anak lho? Seperti yang telah diungkapkan oleh Nanik Prihartanti, psikolog dari Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Ibu Nanik menyampaikan bahwa dengan menggambar atau melukis dapat meningkatkan kreativitas anak. “Kalau anak tersebut dibebaskan untuk berkreasi, maka dengan menggambar atau menulis dapat mengasah jiwa kreativitas anak,” papar Ibu Nanik saat ditemui Joglosemar beberapa waktu yang lalu.
Jadi janganlah ketika orangtua kita sering mengajari untuk menggambar rumah, gunung serta pemandangan yang lain. Ternyata hal tersebut sangat membantu perkembangan adik-adik.
Karena dengan belajar menggambar tak hanya mengasah otak kiri tetapi juga otak kanan. Bahkan aspek emosional pun dapat diasah melalui coretan di kertas.
“Kalau anak itu selalu memiliki inisiatif untuk menggambar, serta selalu berkreasi maka membuktikan bahwa anak tersebut memiliki jiwa kreatif yang tinggi,” imbuh Ibu Nanik.

Ibu Nanik menambahkan bahwa selain melatih kekreatifan, menggambar atau menulis juga dapat melatih kemampuan verbal pada diri anak. Apalagi kalau setelah menggambar atau melukis, anak-anak dapat menceritakan apa yang telah digambarnya tersebut. “Dengan dibiasakan untuk menceritakan apa makna dari karyanya, maka hal tersebut dapat menumbuhkan kemampuan tersendiri pada diri anak,” tambah Ibu Nanik.
Yang Dipikirkan
Secara psikologis apa yang digambar atau apa yang telah dilukis oleh anak tersebut merupakan apa yang sedang dipikirkan oleh seorang anak. Biasanya anak lebih suka melukis kondisi keluarga serta harapan-harapan yang diinginkan yang disimbolkan lewat gambar atau lukisan.
“Jika suasana hati anak tersebut senang, maka dia juga akan menghasilkan gambar yang menandakan bahwa hatinya sedang senang. Namun jika kondisi sebaliknya, maka anak juga akan menghasilkan gambar dengan simbol-simbol kesedihan,” ujar Ibu Nanik.
Tak hanya itu melalui lukisan dapat menjadi alat untuk berkomunikasi antara anak dengan orang lain. “Gambar dapat menjadi alat komunikasi bagi mereka yang secara verbal memiliki keterbatasan,” terang Ibu Nanik.


Ibu Nanik menjelaskan, jika terdapat seorang anak yang sedang menggambar atau melukis, namun hasilnya kurang baik, maka sebagai orangtua dilarang untuk menjelek-jelekkan. “Walaupun karya anak itu jelek, namun tidak ada salahnya kalau kita memuji karya anak tersebut, supaya besok termotivasi untuk menjadi lebih bagus,” tegasnya.
Dengan pujian tersebut, maka sang anak akan menjadi termotivasi dan tentunya akan berkarya supaya menjadi yang lebih baik. Selain itu, melalui sikap ini juga dapat membantu anak untuk menanamkan sikap menghargai.
Selain mempengaruhi aspek psikologis, melukis atau menggambar dapat mempengaruhi aspek motorik anak. Ketika melukis atau menggambar mebutuhkan gerak seperti gerak tangan dengan memadukan  indera pendengaran serta emosi perasaan. Sehingga dengan gerak tersebut dapat melatih motorik anak untuk tetap berkembang.
Selain menggambar atau melukis, anak juga dapat melatih syaraf motoriknya dengan mewarnai. “Jika seorang anak sudah baik dalam hal mewarnai maka perkembangan motorik halus anak sudah baik. Namun jika mewarnai tersebut masih corat-coret berarti syaraf motorik halus belum berkembang optimal,” tambahnya.
Sehingga anak perlu dilatih sejak sedini mungkin untuk belajar berekspresi lewat sebuah gambaran atau lukisan. Orangtua  dapat menyediakan papan atau kertas yang dilengkapi dengan alat tulisnya. Dengan demikian bakat sang anak akan menjadi tersalurkan.
Kita pun dapat melihat bakat anak lewat lukisan atau gambarannya, sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa anak yang cerdas tersebut, mereka juga gemar berkreasi.

Dalam Melukis, Bebaskan Anak untuk Berkreasi

Posted by admin | Info Lukis | Saturday 27 February 2010 2:50 am

Selama ini, pengajaran seni bagi anak-anak cenderung diselenggarakan dengan metode yang kurang tepat. Anak-anak hanya diajari bagaimana cara menciptakan karya seni yang bagus menurut standar baku yang telah ditetapkan oleh pengajar ataupun orang lain.

Padahal, seharusnya anak-anak diberikan kesempatan untuk menciptakan standar bagi mereka sendiri. Siapa tahu mereka bahkan mempunyai standar yang lebih tinggi daripada pengajarnya dan orang dewasa lain.

Fenomena itulah yang mendorong Yuswantoro Adi dan sejumlah seniman di Jogja untuk menggelar kegiatan Biennale Anak Jogja di Taman Budaya Yogyakarta (TBY) pada 15 hingga 22 Januari mendatang.

“Anak-anak diajari lukisan yang bagus itu seperti ini, harus begini dan sebagainya. Anak justru tidak ditanya lukisan bagus menurut mereka itu seperti apa,” tuturnya di TBY, Kamis (21/1).

Untuk itu, besok (22/1) panitia Biennale Anak Jogja akan menghadirkan sejumlah seniman yakni Djoko Pekik, Nasirun, dan Bunga Jeruk untuk sekadar melukis bersama anak-anak mulai pukul 14.00 WIB di TBY.

“Kegiatan ini akan menjadi hal yang menarik bagi anak-anak karena berkesempatan untuk melukis dengan seniman hebat seperti Djoko Pekik, Nasirun, dan Bunga Jeruk. Selain itu, ini pasti juga akan menjadi pengalaman bagi para seniman untuk melukis bersama anak-anak,” tambahnya.

Gagasan Biennale Anak sendiri muncul karena keprihatinan seniman Jogja terhadap perkembangan seni di kalangan anak-anak. Contohnya pada sejumlah lomba melukis anak-anak yang pada hasilnya cenderung seragam dan baku. Idealnya, anak-anak diberikan kebebasan penuh untuk berekpresi sesuai dengan ide dan kreatifitas anak-anak.

MENGENAL ALAT DAN BAHAN MELUKIS DENGAN CAT MINYAK

Posted by hery | Info Lukis | Monday 22 February 2010 11:57 pm

Cat Minyak

Cat Minyak merupakan gabungan antara zat pewarna dengan minyak pengering.jadi cat minyak ini di encerkan dengan minyak khusus yang sering disebut oil/ minyak cat. Untuk jenis cat minyak ada banyak pilihan yang dapat kita pilih dan sudah siap pakai.

 

Oil / Minyak cat


Fungsi bahan minyak cat ini adalah untuk mengencerkan cat minyak. Untuk mengatur keadaan cat minyak dalam posisi encer atau tidak di tentukan banyak sedikitnya penggunaan minyak cat ini.

Kuas

Kuas merupakan alat yang di gunakan untuk menguas/menuangkan cat ke media lukis.jenis dan bentuk kuas banyak tersedia dari bentuknya,ukurannya.Pemilihan kuas tergantung dari goresan yang bagaimana yang akan kita inginkan.Jenis kuas ada yang pipih ada juga yang bullet pada ujung kuasnya.

Palet

Palet adalah alat yang digunakan untukl tempat mencampur cat.jenis dan ukuran palet juga banyak tersedia berbagai ukuran.Palet ini fungsinya untuk mempermudah dalam pencampuran warna dan keteraturan letak cat memudahkan pengambilan cat, ini berkaitan dengan posisi cat pada palet.

 

Pisau Palet

Adapun fungsi dari pisau palet ini adalah untuk mencampur cat dipalet bias juga untuk membuat efek-efek goresan pada media lukis.Untuk besar kecilnya penampang pisau palet tersedia berbagai jenis, ada yang runcing ,lebat dan bulet.

Standar

Lukis cat minyak untuk mudahnya di kerjakan pada meja lukis yang di sebut standat.pada standar ini ukuran tinggi rendahnya bias di atur sesuai dengan kebutuhan yang di kehendaki.bahan dari standar ini ada yang dari kayu maupun dari almunium.

Next Page »
soccerine Wordpress Theme