Info Sekolah
Selasa, 16 Apr 2024

Kisah Bunda Hajar, Ibu dari Nabi Ismail dan Kewajiban Ikhtiar

Selasa, 25 Oktober 2022 Oleh : mcc

Sang ibu dari Nabi Ismail telah memberikan teladan nyata bagi umat manusia. Setelah beliau melahirkan Ismail, dalam kondisi yang lemah, beliau harus mencari air demi kelangsungan hidup dirinya dan sang bayi di padang yang tandus.

Bayi merah dan mungil itu beliau tinggalkan. Bunda Hajar telah memasrahkan bayi itu dalam penjagaan dan lindungan Allah SWT. Beliau berlari-lari dari bukit Shafa ke Marwah sebanyak tujuh putaran demi mencari sepercik air. Kehadiran bayi merupakan energi terbesar bagi seorang ibu, termasuk Bunda Hajar. Energi tersebut mampu membuat Bunda Hajar kuat berlari-lari mencari air di siang hari yang terik.

Setelah Bunda Hajar berlari sebanyak tujuh putaran dari bukit Shafa ke Marwah, ia mendengar suara dari dalam hatinya bahwa beliau harus segera melihat kondisi bayinya. Bunda Hajar segera mendekat ke arah bayinya.

Ismail menangis keras karena kehausan. Tubuhnya meronta. Kakinya menghentak-hentak tanah. Atas kuasa Allah SWT lewat malaikat Jibril, hentakan kaki Ismail bertambah kuat. Hentakan itu menyebabkan tanah bergetar dan berguncang, selanjutnya dari tanah itu mengeluarkan air yang melimpah.

Bunda Hajar segera mengumpulkan air itu sambil berkata, “Zam zam” yang artinya mengumpullah. Beliau mengumpulkan air itu dengan penuh rasa syukur dan bahagia.

Air yang sejak tadi dicari Bunda Hajar justru muncul di dekat kaki Ismail. Tempat semula di mana  beliau melahirkan sang bayi. Tempat yang tidak beliau sangka sebelumnya.

Allah SWT telah menunjukkan kuasa-Nya. Air zam zam tidak akan pernah muncul di dekat kaki Ismail jika Bunda Hajar tidak berusaha dalam bentuk berlari-lari dari bukit Shafa ke Marwah sebanyak tujuh putaran di siang hari yang terik. Jika Bunda Hajar hanya mengandalkan doa, dzikir, dan salat kepada Allah SWT agar diberi air, niscaya Allah tidak akan pernah mengabulkan permohonannya tersebut. Dan, sampai kapanpun air zam zam tidak akan pernah muncul di dunia ini.

Allah SWT pun berfirman dalam Q.S. Al-Baqarah:158 “Sesungguhnya Shafa dan Marwah adalah sebagian dari syi’ar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri Kebaikan lagi Maha Mengetahui.”

Allah SWT membutuhkan penghambaan dan bentuk ikhtiar dari manusia, termasuk dari Bunda Hajar, sang ibu mulia, yang dari rahimnya lahir seorang nabi, yang telah dijamin akan langsung masuk surga-Nya kelak. Dari kisah Bunda Hajar dalam mencari air zam zam, kita bisa memperoleh pelajaran berharga. Sebagai manusia, kita wajib berikhtiar sekuat tenaga, tekun, dan pantang menyerah, meski terkadang hasil yang diperoleh justru berasal dari tempat lain, dari tempat yang tidak pernah kita duga sebelumnya.

SD MUHAMMADIYAH CONDONGCATUR

    Alamat:
    Jl. Perumnas (Ringroad Utara) Gorongan, Condongcatur, Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55283

    Telepon:
    0274-486619

    WhatsApp:
    085100826777

    E-Mail:
    sdmuhcondongcatur@gmail.com