Share it...

Saat ini, para siswa SD Muhammadiyah Condongcatur pastinya sangat heboh dengan persiapan berkemah mereka yang akan segera dilaksanakan pada tanggal 13, 14 dan 15 Februari 2020 nanti.  Menjelang kegiatan Kemah Besar Bersama yang akan dilangsungkan selama tiga hari dua malam ini, memperhatikan beberapa hal sebelum berangkat berkemah sepertinya memang dirasa perlu. Hal ini dilakukan untuk menghindari hal-hal yang tidak diharapkan terjadi di lokasi camping nantinya. Dalam artikel yang bertema kepanduan kali ini, kita akan membahas beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum kita berangkat camping.

1. Observasi dulu lokasi kemah yang akan dituju

Observasi kecil-kecilan berkaitan dengan lokasi camping pastinya perlu dilakukan sebelum berangkat berkemah. Kita wajib tahu bahwa pergi berkemah tidaklah sesederhana pergi ke pasar. Dengan melakukan observasi tentang dimana kita akan berkemah, kita jadi tahu apakah lokasi tersebut memiliki hal-hal yang membahayakan untuk kita atau tidak. Contohnya, ketika kita akan camping di gunung, kita harus memperhatikan apakah jenis gunung yang dituju adalah gunung vulkanik aktif atau apakah lokasinya aman dari hewan-hewan buas, dan sebagainya.

2. Pilih lokasi tepat dimana tenda akan didirikan

Nah, langkah kedua ini juga tak kalah penting. Memilih dataran yang stabil dan datar lebih disarankan sebagai lokasi dimana kita bisa mendirikan tenda. Itu karena lahan yang datar dan stabil tidak akan mempersulit kita dalam hal memasang pasak dan mendirikan tenda dengan tegak. Jika kita akan berkemah di area pantai, jangan lupa untuk memperhatikan jarak aman dengan laut terutama ketika air laut pasang. Jika kita merencanakan berkemah di gunung, pastikan kita mendirikan tenda dekat dengan sumber mata air ya.

Namun, tenang saja bagi siswa siswi kelas 5 SD Muhammadiyah Condongcatur tak perlu cemas dengan dua langkah persiapan diatas karena kedua langkah awal ini sudah dilakukan oleh para guru kalian.

3. Pikirkan sumber penerangan selama berkemah

Kebanyakan kegiatan kemah memang sengaja dilakukan di alam terbuka yang tidak sering dijamah oleh manusia. Ya, namanya juga bertamu ke alam terbuka, pastinya sumber penerangan pun akan kurang. Untuk itu, jauhkan pikiran kita dari sumber listrik, melainkan carilah cara bagaimana kita bisa bertahan di alam terbuka tanpa listrik. Nah, sumber penerangan sebenarnya bisa berasal dari banyak hal. Selain api unggun yang bisa kita buat dekat dengan tenda, kita pun bisa mempersiapkan lampu darurat dan senter bertenaga batrai non-charge dari rumah.

4. Pikirkan pula perutmu

Membawa peralatan masak dan bahan makanan adalah optional atau suatu pilihan. Karena kebanyakan lokasi camping saat ini sudah tersedia warung-warung yang siap buka selama 24 jam. Namun jika kita betul-betul ingin merasakan hidup di alam, memasak sendiri makananmu pastinya akan menjadi sesuatu yang menantang. Saat ini banyak pusat-pusat persewaan alat-alat camping termasuk kompor portable beserta gas dan nesting atau alat masaknya. Untuk bahan makanan, kita bisa membawa bahan-bahan yang mudah dibawa saja. Jangan sungkan membawa makanan instan dan ringan ya.

5.  Jangan hanya mengandalkan GPS

Langkah ini bergantung pada lokasi camping kita. Jika memilih lokasi yang jauh dari kota atau perkampungan warga, pikirkan pula hilangnya sinyal dari gadget-mu. Untuk itu kenapa kalian tidak selalu bisa mengandalkan GPS terutama untuk menghindarkan kalian dari moment tersesat saat berkemah. Cobalah kembali ke barang manual seperti peta dan kompas. Namun, jangan lupa untuk mempelajari cara pemakaiannya terlebih dahulu sebelum membawanya.

Itulah sedikit hal yang sangat perlu dipertimbangkan sebelum kita berangkat berkemah. Jangan sampai kegiatan kemahmu menjadi kenangan buruk bukannya kenangan istimewa. Selamat mencoba!


Share it...