Hizbul Wathan (HW) merupakan gerakan kepanduan dalam Muhammadiyah yang berasaskan Islam. Kata Hizbul Wathan sendiri diambil dari bahasa Arab yang berarti pembela tanah air. HW juga didirikan oleh pendiri organisasi Muhammadiyah yaitu K. H. Ahmad Dahlan pada tahun 1336 H/ 1918 M yang kemudian dibangkitkan kembali pada 10 Sya’ban 1420 H/ 18 November 1999 M. Gerakan kepanduan Hizbul Wathan ini didirikan dengan tujuan mempersiapkan dan membina anak-anak, remaja serta pemuda pemudi agar memiliki aqidah, fisik dan mental yang kuat, berakhlak terpuji, berilmu serta berteknologi sehingga terwujud pribadi muslim yang sebenar-benarnya.

Sebagai gerakan kepanduan, HW mengajak siswa siswi Muhammadiyah untuk lebih mengenal dan menghargai alam. Untuk itulah mengapa, kegiatan HW selalu dilakukan di alam terbuka dengan metode pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan menantang. Selain itu, materi-materi yang diajarkan dalam gerakan kepanduan ini betul-betul dipilih supaya nantinya para siswa siswi Muhammadiyah selalu siap, sigap, ulet, mandiri dan kuat terutama jika mereka harus berada di alam terbuka baik sendiri maupun berkelompok. Dalam hal ini adalah kegiatan berkemah.

Beberapa contoh kegiatan latihan dalam HW yang berguna antara lain: berlatih membuat simpul tali temali, mendirikan tenda, memasak, bekerjasama dalam tim, gerak dan lagu, memecahkan beragam sandi dan kode, upacara, berlatih menghadapi bahaya alam seperti kebakaran, banjir, gempa bumi bahkan serangan dari binatang buas. Hizbul Wathan (HW) pada dasarnya merupakan kegiatan wajib di setiap sekolah Muhammadiyah. Dengan memperhatikan banyaknya manfaat yang bisa didapatkan oleh siswa siswi, sepatutnya kita sebagai pembela tanah air masa kini dapat selalu melestarikan serta mempertahankan gerakan kepanduan ini dimanapun nantinya kita berada.